Rabu, 16 November 2011

Mengatasi Demam Panggung


Mengatasi Demam Panggung

Salah satu hal menyenangkan bagi seorang musisi adalah bermain musik dan menampilkankannya di depan penonton. Bisa mengekspresikan diri lewat musik, membagikan musiknya dan menerima energi kembali dari penonton itu seperti menjadi ‘candu’ bagi mereka. Namun tak selamanya yang terjadi bisa seideal itu, akibat munculnya performance anxiety atau kecemasan penampilan atau biasa dikenal dengan demam panggung. Alih-alih merasakan kesenangan bermusik, seorang musisi justru merasakan stres hingga kemudian merusak penampilan mereka.

Lalu, bagaimana seorang musisi bisa mengatasi demam panggung itu?

Apa Itu Demam Panggung?

Demam panggung bisa dialami siapa saja, mulai dari anak yang baru belajar musik, remaja, dewasa dan bahkan musisi-musisi besar. Beberapa musisi besar yang diketahui mengalami demam panggung ini adalah pianis Artur Rubinstein dan Vladimir Horowitz serta penyanyi populer Barbra Streisand dan John Lennon. Psikolog biasa mendefinisikan demam panggung ini dari sumber serta kondisi yang dihasilkannya. G.D. Wilson dan D. Roland berhasil mengidentifikasi 3 sumbernya, yaitu orang yang bersangkutan, situasi dan tugas musikalnya. Bagian setelah ini adalah penjelasan terkait ketiga sumber tersebut.

Gejala Demam Panggung

Jika seseorang mengalami demam panggung, gejala fisik yang dialami mirip dengan gejala ketika seseorang sedang terancam atau takut. Contohnya seperti: jantung berdetak kencang, keringat berlebih, kurang nafas, mulut kering, mual, sakit perut, otot tegang, tangan bergetar hingga pandangan yang mengabur.

Gejala-gejala ini kemudian yang akan menurunkan kualitas penampilan seorang musisi. Misalnya, gangguan penglihatan yang disebabkan membesar dan mengecilnya pupil, bisa saja membuat seorang musisi tidak bisa membaca partitur di hadapannya. Atau, ketegangan otot dan tangan gemetar bisa membuat pemain gitar tidak bisa menekan senar di nada yang tepat.

Untuk mengatasi gejala ini, solusinya adalah dengan melakukan relaksasi. Relaksasi bisa dilakukan dengan tarik nafas dalam-dalam sebelum tampil atau dengan mengencangkan lalu mengendurkan otot berulang-ulang dalam beberapa saat. Selain relaksasi, bisa juga dengan mengkonsumsi obat. Namun, perlu diwaspadai bahwa obat-obatan ini bisa menimbulkan efek samping, seperti menurunnya sensitivitas mengekspresikan diri, khususnya jika dikonsumsi dalam jumlah besar.

Orang Sebagai Sumber Kecemasan

Mengatasi gejala fisik seringkali tak sepenuhnya menghilangkan demam panggung. Bagaimana seorang musisi berpikir; sikap, kepercayaan, penilaian dan tujuan, juga berpengaruh dalam penciptaan kecemasan. Sumber pertama adalah kecenderungan untuk menjadi cemas, yang merupakan dampak dari self-handicapping (penghambatan diri) dan perfeksionisme. Penghambatan diri adalah ketika seorang musisi terlalu memikirkan bagaimana opini/penilaian orang lain terhadap dirinya. Sedangkan perfeksionisme adalah ketika seorang musisi memiliki harapan tidak realistis terhadap dirinya sendiri.

Untuk bisa mengatasinya, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, yaitu: (1) belajar menerima kecemasan dalam kadar tertentu dan juga kesalahan-kesalahan kecil selama tampil; (2) menghargai proses saat tampil daripada sibuk dengan pendapat penonton; dan (3) musisi belajar untuk mengenali pemikiran-pemikiran yang tidak realistis atau tidak produktif, dan menggantinya dengan pemikiran-pemikiran yang realistis dan fokus pada tugas yang harus dilakukan. Bentuknya adalah dengan self-talk, atau bicara pada diri sendiri. Contohnya, musisi diminta mengganti pikiran-pikiran kritis seperti “Nanti bagaimana jika ada bagian yang lupa?” atau “Saya harus tampil sempurna,” dengan pernyataan konstruktif seperti “Saya sudah mempelajari lagu ini secara utuh dan sudah sangat siap membawakannya” atau “Saya perlu konsentrasi dalam menjaga tempo.”

Setelah memahami apa itu demam panggung, gejala dan si musisi sendiri sebagai sumbernya, sekarang akan dijelaskan beberapa sumber lanjutan serta metode mengatasinya.

Situasi Sebagai Sumber Kecemasan

Sumber kedua dari demam panggung adalah situasi saat seorang musisi sedang tampil. Apapun yang bisa meningkatkan perasaan terancam dalam diri musisi, akan juga meningkatkan kecemasan yang dialami. Namun yang paling signifikan pengaruhnya adalah keberadaan penonton.

Kecemasan akan cenderung meningkat pada saat musisi berada “on the spot” atau jadi pusat perhatian, serta saat berhadapan dengan penonton dalam jumlah besar. Selain itu, kecemasan akan naik jika salah seorang penonton adalah orang yang penting, seperti teman, keluarga atau musisi handal. Dan terakhir, yang tak kalah membuat cemas, adalah saat musisi berhadapan dengan juri di suatu kompetisi atau audisi.

Ketika dihadapkan dengan kecemasan situasional, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menghadapinya. Pertama, jika musisi punya kendali terhadap ruangan dimana dia akan tampil, dia bisa membuat pengaturan terhadap tata panggung dan tempat duduk penonton. Selain itu, ia bisa mencoba tampil duet, daripada tampil sendirian. Kedua adalah dengan latihan mental. Dalam latihan ini, musisi diminta untuk membayangkan sejelas mungkin, apa yang akan dialaminya saat tampil. Latihan ini bertujuan menyiapkan badan dan pikiran agar otomatis bertingkah laku sesuai yang diharapkan ketika latihan.

Cara ketiga adalah dengan mengadakan gladi bersih; memainkan seluruh musik lengkap dengan kehadiran penonton. Jika memungkinkan, bawalah penonton-penonton yang suportif, seperti keluarga atau teman-teman. Strategi keempat adalah dengan latihan secara bertahap, dari yang mudah ke yang sulit. Contohnya misalnya, bermain sebuah komposisi mudah di hadapan seorang teman, di ruang latihan. Setelah merasa nyaman, coba mainkan komposisi lain di hadapan beberapa orang, di ruangan yang lebih besar. Dan seterusnya, hingga situasi yang lebih “sulit”.

Tugas Musikal Sebagai Sumber Kecemasan

Sumber kecemasan terakhir adalah tugas musikal yang harus dilakukan seorang musisi. Bentuknya adalah saat seorang musisi sering mempertanyakan dirinya, “apakah saya punya kemampuan untuk memainkan suatu komposisi musik?”

Memang, banyak dari kita percaya bahwa jika kita ingin berkembang, harus mendorong diri melebihi batas. Bagi sebagian musisi, hal tersebut bisa terwujud. Namun bagi sebagian lagi, kepercayaan itu justru akan berubah menjadi mimpi buruk. Mereka akan menghabiskan waktu latihan demi penguasaan teknis musik, dan tak punya waktu untuk menginterpretasi musik tersebut, sehingga tidak akan bisa berekspresi maksimal.

Kunci bagi musisi untuk menghadapi tekanan dari tugas musikal ini adalah dengan mencari keseimbangan antara tugas musikal dengan kemampuan yang dimiliki. Musisi harus realistis saat memilih musik yang akan dibawakan, baik itu dalam hal waktu dan usaha ketika mempersiapkannya. Jangan memilih musik dengan komposisi sulit jika harus tampil keesokan harinya. Selain itu, untuk menambah motivasi, musisi bisa memilih musik/lagu/komposisi yang mereka suka atau nikmati.

Hadapi Tantangan

Demam panggung sangatlah tak terhindarkan bagi seorang musisi, namun bukan tanpa solusi. Itu adalah tantangan bagi setiap penampil. Mengubah pola pikir, mengendalikan situasi sebelum tampil dan juga realistis dalam pemilihan komposisi yang akan dibawakan, menjadi beberapa strategi yang bisa dilakukan untuk menhadapinya. Harapannya, dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, seseorang akan bisa menampilkan musik dengan benar, sekaligus mampu mengekspresikan diri di hadapan penonton.

Selamat mencoba!

Rujukan

Lehman, Andreas C., Sloboda, John A., Woody, Robert H. Psychology for Musicians. 2007. New York: Oxford University Press.

Wikipedia Artur Rubinstein

Wikipedia Vladimir Horowitz

Wikipedia Barbra Streisand

Wikipedia John Lennon

Jumat, 11 November 2011

Tips untuk menjadi seorang Drummer handal


Halo semua! Kali ini kami kembali mengetengahkan artikel mengenai drum. Semoga berguna ya bagi Anda pencinta alat musik drum ataupun bagi Anda drummer2 se-antero jagat. Heheheee!!

1.Selalu menggunakan EAR PLUG (penutup telinga) guna melindungi telinga dari kerusakan dan selalu gunakan pada saat latihan dan tampil. Sekarang banyak pemain drum yang telah mengidap penyakit tinnitus (kuping mendengung) dan sampai sekarang obatnya masih belum ada. Sayangilah pendengaran anda.
2. Biasakan menggunakan METRONOME setiap kali berlatih sehingga tempo anda senantiasa stabil.
3. Bermainlah dengan RILEKS, jangan tegang dan jangan membuang-buang tenaga, tidak ada gunanya.
4. Selalu menyiapkan STICK sendiri lebih dari satu pasang jika ingin tampil.
5. Jangan terlalu CEPAT PUAS dengan ilmu yang telah anda dapat. Cobalah menambah ilmu lagi dengan cara belajar dari guru drum yang berbeda atau dari teman anda yang lebih berpengalaman.
6.Jangan terlalu FANATIK pada satu atau dua aliran lagu saja, hal inilah yang dapat menghambat kreatifitas pemain dan membuat permainan anda menjadi monoton dan membosankan. Cobalah berbagai macam aliran musik dan usahakan anda dapat memainkan seluruh aliran musik yang ada.
7. Dalam permainan drum harus melibatkan FEEL atau dengan kata lain harus benar2 dirasakan, jangan asal pukul dan jangan pernah berpikiran bahwa semakin keras pukulan semakin bagus. Itu salah! Dan juga jangan berpikir bahwa semakin cepat anda bermain semakin hebat. Tidak juga, kekerasan dan kecepatan tidak ada sangkut pautnya dengan musikalitas.
8. Selalu berlatih dari TEMPO yang lambat dan jika sudah sangat terbiasa, tingkatkan temponya perlahan-lahan. Anda harus belajar berjalan dulu baru bisa lari.
9.DENGARKAN pada musisi lainnya, jangan hanya terfokus pada diri sendiri, dengarkan yang lain.
10.Jadilah pemain drum yang KREATIF, beri variasi pada setiap permainan drum yang anda dapat. Karena drum masih merupakan sesuatu yang 'baru', masih banyak variasi baru yang bisa anda dapatkan.Note: Untuk EAR PLUG anda dapat membelinya di apotik yang besar atau di toko yang menjual perlengakapan militer. Untuk metronome disetiap toko musik pasti ada, dan carilah yang digital.

Rabu, 09 November 2011

Melatih Suara yang Benar

Kali ini saya mau menjelaskan kepada teman-teman yang ingin mengetahui apa itu vocal dan bagaimana cara melatih suara yang benar. Semua disini meliput dasar-dasarnya suara serta apa aja yang dinilai dari suara seorang penyanyi. Cerita ini saya kutip dari pelajaran yang pernah saya dapatkan dan juga berdasarkan pendapat dari para musisi yang berpengalaman.

Untuk menyajikan suara yang indah dalam bernyanyi, sebelumnya kita harus tahu beberapa tahapan yang harus dilatih, dibina, dan diasah secara teratur serta memerlukan disiplin yang tinggi, yaitu :

A. PERNAPASAN
B. MEMBENTUK SUARA
C. RESONANSI ( Menggemakan suara )
D. VOCAL & KONSONAN
E. INTONASI ( Menyanyikan nada dengan tepat )
F. ARTIKULASI ( Pengucapan yang benar & Jelas )
G. FRASERING ( Menyanyikan kalimat dengan utuh )
H. INTERPRETASI & EKSPRESI ( Memahami & Menjiwai nyanyian )

Tahapan yang diatas akan tersaji dalan satu kegiatan yaitu PENAMPILAN atau PEMENTASAN. PERNAPASAN

Ini adalah bagian utama dan terpenting dalam sebuah latihan vocal. Kalian tahu kenapa..? Karena nafas adalah penggerak utama dari suara. Kuatnya nafas dapat menimbulkan dan menciptakan getaran sebagai sumber dari pada “ Bunyi “. Dan nafas juga sebagai Vitamin yang paling ampuh untuk menyehatkan suara. Makanya pernafasan harus dilatih dengan baik dan teliti.
Dalam bernyanyi, kita mengenal 3 ( tiga ) jenis pernafasan. Masing – masing mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri.

1. Pernafasan Bahu
Yaitu pada saat mengambil / menarik nafas, dilakukan dengan mengangkat bahu untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini tidak begitu baik, karena nafas yang dihasilkan dangkal dan mengakibatkan kalimat jadi terputus-putus.

2. Pernafasan Dada
Yaitu dengan membusungkan dada pada saat menarik nafas untuk mengisi paru-paru. Cara seperti ini juga tidak begitu baik, karena jadi terkesan cepat lelah dan akibatnya suara jadi tidak stabil dan terputus-putus.

3. Pernapasan Diafragma
Lazim kita sebut dengan pernafasan rongga perut. Yaitu menarik / mengambil nafas untuk mengisi paru-paru dengan mengembangkan rongga perut atau diafragma, serta mengembangkan tulang rusuk. Cara inilah yang terbaik yang dilakukan untuk bernyanyi, karena akan menghasilkan nafas yang panjang, ringan, santai dan produksi suara lebih bermutu.

Dengan pernafasan diafargma penyanyi dapat leluasa dalam berekspresi karena tidak ada tekanan dan desakan dalam pernafasan.

GIMANA CARNYA MELATIH PERNAFASAN DALAM BERNYANYI?

Cape’ neh ngetiknya.. Gini aja, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melatih pernafasan ini, khususnya melatih “DIAFRAGMA” penyanyi, antara lain:
Dasar Dasar Vocal
a. Dengan berdiri santai, badan lurus, sambil meletakkan ujung jempol jari di ujung tulang rusuk terbawah. Tariklah nafas melalui hidung dengan cara perlahan atau dengan cepat, dan rasakan bahwa jempol kamu tadi terdorong kesebelah luar, sebagai reaksi dari melonggarnya tulang iga.
Jika telah terasa penuh, kemudian nafas tadi dikeluarkan dalam bentuk senandung vocal “a” atau konsonan “s” ataupun dengan hitungan. Yang jelas bukan dengan cara mendorong, tapi mengeluarkan nafas sehemat mungkin.
Lakukan minimal 20x setiap hari atau setiap ada kesempatan buat latihan. Ini akan membuat otot-otot perut kamu menjadi semakin kokoh dan kuat.

b. Dengan posisi tidur terlentang lurus dan kedua tangan diletakkan sejajar dengan tubuh. Letakkan beberapabenda seperti buku diatas perut sebagai beban dan tariklah nafasseperti bagian “a” diatas serta rasakan bahwa beban diatas perut terangkat keatas, juga rasakan tulang rusuk ikut mendorongnya.
Jika telah terasa penuh, keluarkan lagi seperti yang “a” tadi dan lakukan minimal 20x sehari ato tambahan kapan aja kamu punya waktu buat latihan.

Latihan ini bisa membuat otot perut menjadi kokoh serta kita pun jadi santai untuk mengucapkan kalimat. Selain itu juga dapat merubah kebiasaan bernafas yang dilakukan dengan mengangkat bahu atau membusungkan dada.
Ada juga cara buat nguatin otot perut yaitu dengan tertawa terbahak bahak , sampai terasa klo perut tergoncang goncang. Tapi klo latihan ini harus dilakukan dengan sangat hati hati, karena nanti bisa dibilang orang gila (hehehe)

Pengambilan nafas pada saat memulai lagu atau awal kalimat lagu dapat dilakukan dengan menarik nafas melalui hidung dengan santai. Namun jika pada saat bernyanyi atau ditengah lagu sebaiknya dilakukan dengan singkat atau dengan mendengkus, seperti kita nyium aroma yang harum atau aroma makanan ( Hmmm Jadi laper neh.. ).
Pada pernafasan yang demikian, kita hanya mengembangkan pernafasan “alami” yang kita miliki, akan tetapi jika pernafasan alami “naik turunnya sama” sedangkan penyanyian itu “ menariknafas dengan cepat dan mengeluarkannya dengan sehemat mungkin” karena tujuan utama kita adalah menyelesaikan satu kalimat dalam satu tarikan nafas. Dengan demikian kalimat yang kita ucapkan /nyanyikan kedengaran indah dan bermutu, tidak tersendat-sendat

Jumat, 28 Oktober 2011

EMS Depok Membuka Kelas Hari Minggu




Halo teman-teman Elfa Music School!! Kabar gembira!! Demi meningkatkan pelayanan kami terhadap bimbingan pendidikan musik di Indonesia, khususnya di kota Depok, kami membuka kelas di hari Minggu mulai NOVEMBER 2011.

Terbuka kelas Vocal private, Gitar private, Drum private, Biola private, dan Piano private untuk semua kalangan dan Anda semua yang berminat pada musik, atau Anda para orangtua yang ingin mengembangkan bakat serta minat anak-anaknya di bidang musik.

Informasi lebih jelas silahkan datang ke lokasi kami di :

Jl. Tole Iskandar Kav. 59
Ruko Pasar Segar Blok RA-1 No.10, Depok.
Telp: 021-7782 3775

Jumat, 14 Oktober 2011

Tips Dan Trik Sukses Menjadi Penyanyi


Tips Dan Trik Sukses Menjadi Penyanyi

Ternyata, suara oke belum jaminan loh dapet sambutan penonton. Lantas, gimana supaya bernyanyi dengan sukses ?

Sebelum bernyanyi di depan publik, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Tujuannya, biar penampilan kita bisa lebih maksimal dan tertata rapi.

Apa aja yang musti dipersiapkan?

Bikin penataan lagu yang seimbang. Susunlah lagu dengan susunan yang mengalir. Yang memungkinkan penampilan kita bisa mencapai klimaks.
Dalam membuat susunan, harus juga diperhatikan mood. Ingat, lebih baik mengarahkan penonton pada satu mood yang jelas, daripada mempermainkan mood mereka tanpa tujuan yang pasti.
Siapkan tema penampilan kita sesuai dengan kondisi audiens. Misalnya, kalau kita manggung di depan tentara, seru juga kalo kita siapkan jokes khas tentara. Biar suasanya akrab.
Harus diingat, meski kita bermain untuk audiens, kita juga harus menyenangkan diri sendiri.Karena, dengan penampilan yang enjoy, audiens bakal lebih menikmati aksi panggung kita
Coba siapkan sesuatu yang dramatik di sela-sela lagu. Misalnya, siapkan kata-kata yang menyentuh seputar lagu yang dibawakan. Bisa-bisa kita aja, deh!

Ada beberapa hal soal venue yang bakal mempengaruhi penampilan kita saat manggung. Karenanya, venue jadi satu komponen penting yang harus diperhatikan.

Selama memungkinkan, coba datangi venue tempat konser digelar sebelum acara. Perhatikan setiap sudut dengan cermat.
Coba berjalan dari areal backstage ke tempat microphone berdiri. Lantas, berjalanlah ke setiap ujung panggung. Dengan begini, kita bisa mengingat jarak yang kita tempuh. Sehingga, pergerakan kita bisa disesuaikan dengan lirik yang dinyanyikan.
Coba bernyanyi keras-keras buat menyelidiki akustisitas gedung. Siapa tau, kita nggak punya waktu buat rehearsal. Jadi, kita bisa mengenal bagaimana daya pantul ruangan tempat kita bernyanyi.
Cari tau, posisi sebelah mana yang memungkinkan seluruh penonton melihat jelas ke arah kita. Cari tau juga areal blind spot-nya. Sehingga, kita bisa menghindari berada di areal itu.
Untuk menyelidiki langkah-langkah di atas, seru juga kalo kita ditemani seorang teman. Sehingga, dia bisa memberi feedback pada penyelidikan kita.
Yakinkan, kita punya ruang yang pas untuk perform.

Ingat, pakaian yang digunakan saat manggung juga perlu diperhatikan!

Siapkan pakaian yang pas dan sesuai dengan venue dan audiens yang hadir di konser
Perhatikan warna panggung. Jangan menggunakan pakaian yang menyamarkan keberadaan kita di atas panggung (misal menggunakan pakaian merah padahal tirai panggung juga berwarna merah). Gunakan pakaian yang mencolok, yang membuat keberadaan kita di panggung jelas terlihat.

Yang harus selalu diingat sebelum konser adalah, entah kita penyanyi profesional atau amatir, kita harus menetapkan niat untuk tampil sukses. Caranya adalah menikmati segala pengalaman yang kita dapat dari panggung. Dan, berusaha sebaik mungkin, biar diundang nyanyi lagi,! Setuju ?! (ryo)

SEKILAS PANDANG MENGENAI ELFA MUSIC SCHOOL


SEKILAS PANDANG MENGENAI ELFA MUSIC SCHOOL

EMS atau singkatan dari Elfa Music School, didirikan oleh Elfa Secioria pada tanggal 20 Februari 1981 di Bandung. Elfa Secioria lahir di Garut, Jawa Barat, 20 Februari 1959. Walaupun beliau sudah berpulang pada Sabtu, 8 Januari 2011, namun karya-karya serta programnya melalui EMS tetap berlangsung sampai saat sekarang. Sampai kini EMS sudah mempunyai banyak cabang yang tersebar di banyak lokasi diantaranya :
- EMS DEPOK: Jl. Tole Iskandar Kav.59 Pancoran Mas , Ruko PASAR SEGAR Blok. RA-1 no.10, DEPOK.
- EMS FATMAWATI: Komp.Golden Plaza (D'best) Blok C 5-6.Jl.Fatmawati Raya Jakarta Selatan telp (021)75909483
- EMS KEMANG PRATAMA: JL.Duta IX Blok LL 15 Kemang Pratama Bekasi,telp (021) 8203757
- EMS CIBUBUR : Kota Wisata,Pesona Amsterdam Pavilliun I-1 No.16,Cibubur, telp (021) 84936154
- EMS GRIYAMAS: Jl.Griya Utara No.3 Komp.Griyamas,terusan Pasteur Telp: (022)2015892
- ELFA MUSIC SCHOOL BOGOR : Jl.Pakuan No.21 Bogor telp (0251) 8328975
- EMS KEMANG PRATAMA: JL.Duta IX Blok LL 15 Kemang Pratama Bekasi,telp (021) 8203757,
Dan cabang-cabang lainnya yang tersebar di Indonesia.
Banyaknya cabang Elfa Music School tidak terlepas dari prestasi-prestasi yang pernah dicapai oleh Elfa Secioria. Diantaranya:
- Pemenang 8 Grand Champion pada festival paduan suara di luar negeri,
- Pengaransir terbaik di ASEAN Song Festival di Bangkok (1982),
- The Best Arranger dan The Best Song pada ASEAN Song Festival di Bandung (1984),
- The Best Performer pada the Golden Kite Festival di Malaysia (1984).
- Grand Champion pada The First Choir Olympic Linz, Austria (2000)
- Grand Champon oleh Elfa’s Singer pada The Second Choir Olympic Busan, Korea (2002)
Selain prestasi yang banyak diraih, Elfa Secioria juga produktif menciptakan lagu-lagu yang mempunyai kekuatan untuk memenangi festival sekaligus sebagai jalan karir penyanyi di bawah asuhan Elfa seperti Harvey Malaiholo, Trie Utami, Ruth Sahanaya, Yana Julio, Rita Effendy, Lita Zein, Agus Wisman, Uci Nurul, Yovie Widiyanto hingga penyanyi muda Sherina dan Andien.
Lagu-lagu ciptaan Elfa Secioria antara lain:
RANDU.Cipt : Elfa Secioria & Ferina. Penyanyi : Andi Meriem Mattalatta

SELAMAT DATANG CINTA. Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur. Penyanyi : Harvey Malaiholo
AYUN LANGKAHMU. Cipt : Hentriesa, Elfa Secioria, Wieke Gur. Penyanyi : Jopie Latul
SEANDAINYA SELALU SATU. Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur. Penyanyi : Harvey Malaiholo
KUSADARI : Cipt : Elfa Secioria & Wieke Gur. Penyanyi : Harvey Malaiholo

Selasa, 04 Oktober 2011

Tips Mengasah Bakat Bermusik Anak


Bekerjasama dengan stasiun televisi anak-anak Inggris, Nick Jr., peneliti dari Universitas Keele, Dr. Alexandra Lamont, memberikan sejumlah tips untuk orang tua agar bisa antusias turut melatih anak-anak bermain musik di rumah.

1. Jangkan sungkan-sungkan ungkapkan musik favorit Anda dengan si buah hati. Kalau bisa, ceritakan kepada dia mengapa Anda suka musik itu dan kapan pertama kali suka. Dengan demikian, karena punya sifat meniru, anak-anak akan antusias belajar musik dari Anda.

2. Perhatikan lagu-lagu yang sering didengar anak di luar rumah. Simak dan catat lagu-lagu yang biasa diperdengarkan anak-anak Anda, baik di taman kanak-kanak, penitipan anak, dan lain-lain. Bila dia bisa bernyanyi lagu-lagu itu di sekolah, di rumah pun tentu bisa, tentunya bersama dengan Anda - baik sebagai penyanyi latar atau bermain musik pendukung. Ingat, anak-anak suka mengulang-ulang lagu!

3. Perhatikan juga selera musik anak. Cobalah selalu bersikap terbuka saat mendengarkan pendapat anak Anda mengenai suatu lagu dan bagaimana dia menyanyikan lagu itu dengan gaya dan nada yang berbeda. Kalau perlu nyanyikan lagu yang disukai anak Anda saat bermain-main atau saat menonton program televisi favorit

4. Cobalah bereksplorasi dengan musik-musik baru bersama anak. Pokoknya perkenalkan anak Anda dengan berbagai macam genre musik, baik itu rock, pop, dangdut, dan lain-lain. Siapa tahu, anak Anda tertarik dengan salah satu genre musik. Biasanya, mereka akan berhenti bermain dan mendengarkan secara serius suatu musik baru yang membangkitkan minat dia.

5. Ajak anak menikmati musik dengan aktif. Mendengarkan musik secara aktif berarti badan harus bergoyang - tentunya harus sesuai dengan irama musik. Bisa dilakukan bersama dengan anak Anda saat menonton film maupun saat mendengarkan radio atau pemutar cakram.

6. Perdalam lagu kesukaan anak. Bila anak Anda suka dengan suatu lagu, cobalah memutar lagu-lagu lain dengan genre dan alat musik yang sama dengan lagu favorit Anak. Dengan demikian dia akan terbiasa dengan spesialisasi lagu dengan musik yang kreatif.

7. Nikmati musik dan bersenang-senanglah. Bagaimana mengasah bakat berkesenian anak Anda bila Anda sendiri tidak menikmati musik? Musik itu akan dibuat untuk dinikmati sehingga menyenangi musik merupakan respon yang paling penting.